Curut (Suncus Murinus) atau Asian house shrew atau celurut merupakan tikus dengan penampilan yang unik. Berbeda dari penampilan tikus biasa, spesies ini memiliki moncong yang lebih panjang dan tubuh yang lebih mungil. Curut atau celurut juga bukan hewan pengerat atau Rodentia seperti tikus lainnya. Tikus kecil ini merupakan hewan pemakan serangga atau masuk dalam keluarga Soricidae.

Curut merupakan spesies yang sangat melimpah dan populasinya stabil. Hewan mamalia ini tersebar dari selatan Asia dan Afganistan hingga ke Indonesia dan selatan Jepang. Spesies ini juga dibawa ke daerah Utara dan Timur Afrika serta wilayah Timur Tengah.

Habitat curut melingkupi hutan alam, semak belukar, dan padang rumput. Namun demikian, hewan ini dapat pula hidup di daerah perkebunan, ladang, pedesaan, dan perkotaan. Spesies ini sangat mudah beradaptasi dan dapat hidup disekitar tempat tinggal manusia.

Curut dapat bersarang dimana saja. Ia akan mengumpulkan dedaunan, kain bekas, dan berbagai material lain untuk membangun sarangnya. Sarang curut biasanya ada ditempat gelap dan tersembunyi, misalnya disekitar rumah maupun tempat ramai seperti pasar.

Curut bereproduksi sepanjang tahun, namun musim semi dan musim panas menjadi puncak musim kawin hewan ini. Masa kehamilan curut betina biasanya 30 hari dan akan melahirkan 4-8 bayi curut. Bayi curut akan tinggal di dalam sarang sampai ia belajar untuk mencari makanannya sendiri setelah berumur 15 sampai 25 hari. Curut akan mencapai kedewasaan pada umur 35 hari.

Bulu curut pendek dan teksturnya seperti beludru dengan warna antara abu-abu terang hingga hitam. Berat tubuhnya pun bervariasi, dimana curut jantan lebih berat daripada curut betina. Berat tubuh betina sekitar 23,5 gram hingga 82 gram, sedangkan berat tubuh jantan berkisar 33,2 – 147,3 gram. Panjang tubuhnya pun hanya sekitar 100 milimeter hingga 150 milimeter, termasuk ekornya.

Curut merupakan hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Meski begitu, mata curut tidak dapat melihat dengan baik. Spesies ini berkomunikasi dengan kawanannya melalui suara dan bau. Mengenai bau ini, curut jantan memiliki kelenjar yang menghasilkan bau khas yang disebut bau ‘musk’. Bau ini sangat kuat hingga hewan predator seperti ular atau burung enggan mendekat.

Jumlah populasi curut yang sangat banyak, khususnya di daerah pemukiman, membuat spesies ini dilabeli sebagai hama. Hewan ini juga merupakan vektor penyakit yang serupa dengan tikus.