Anda pernah mendengar adanya sakit demam gara-gara gigitan Tikus? Terkenal dengan sebutan ilmiah Rat-bite Fever. Meski penyakit ini relatif jarang ditemukan kasusnya, tapi efeknya sangat berbahaya. Sakit ini disebabkan oleh tikus yang terinfeksi dua jenis bakteri yaitu Streptobacillus moniliformis dan Spirillum minus.

Demam yang disebabkan oleh gigitan tikus ini sangat berbahaya karena tergolong penyakit yang dapat menular. Menurut penelitian, lebih dari 10 % gigitannya menyebabkan demam Rat-bite Fever. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan tikus ini akan memperlihatkan gejala seperti demam mencapai 102,6 derajat, mual, muntah, dan nyeri pada persendian setelah kena gigit tikus.

Dr. Jessica Adam dari The CDC’s Epidemic Intelligence Service, menyatakan bahwa gigitan tikus ini bisa menyebabkan kematian. Setiap gigitan tikus berpotensi mengandung bakteri streptobacillus moniliformis, bakteri tersebut dapat membahayakan jiwa. Walau hanya satu gigitan atau cakaran, apabila mengandung bakteri streptobacillus moniliformis maka dapat membahayakan kesehatan dan jiwa. Oleh karena itu, apabila di rumah Anda memelihara tikus putih misalnya, sebaiknya perhatikan kebersihan kandang, kuku, dan bagian tubuh tikus yang lainnya.

Sebagai bentuk pencegahan, saat Anda hendak membersihkan kandangnya gunakan sarung tangan. Tak hanya ketika membersihkan, saat berinteraksi biasa pun Anda sebaiknya juga menggunakan pelindung, bisa masker untuk menutupi bagian wajah dan sarung tangan untuk melindungi tangan Anda. Setelah selesai berinteraksi, cucilah tangan Anda dengan air bersih dan sabun agar terhindar dari penyakit yang disebbakan oleh tikus.

Di sisi lain, apabila Anda ingin membasmi tikus liar yang sering berkeliaran di rumah Anda, sebaiknya gunakan sistem pengendalian hama berbasis ramah lingkungan. Metode ini dilakukan dengan menekan populasi tikus hingga minimum menggunakan umpan beracun anticoagulant yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia. Selain itu, pengendalian tikus secara non kimiawi dengan menjaga sanitasi lingkungan seperti menjaga tempat sampah selalu tertutup, membuang sampah pada tempatnya, serta membuat rat-roof di tempat-tempat yang diperkirakan tikus dapat masuk ke dalam rumah.

Untuk menghindarkan diri dari gigitan tikus, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya dan tertutup. Tutup luka dengan plester kedap air bila bekerja dan beraktifitas. Bersihkan diri segera setelah bekerja dengan membiasakan diri mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun dan air mengalir. Periksakan diri segera ke puskesmas atau rumah sakit apabila muncul demam yang disertai dengan nyeri otot pada betis, punggung, serta mata kemerahan dan berair.