Tahukah anda??

Banyaknya korban meninggal akibat Leptospirosis disejumlah daerah di DIJ membuat masyarakat semakin resah. Untuk mengetahui langkah pencegahan penyebaran penyakit leptospirosis ini harus diketahui terlebih dahulu tentang leptospirosis.  Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri lepstopira. Manusia dapat terkena penyakit ini melalui luka terbuka dan terkena air yang terkontaminasi dengan kotoran ataupun kencing tikus. Penularan ini dapat pula melalui makanan atau minuman yang tercemar.

Tikus bukan hanya binatang pengerat yang merusak tanaman dan barang, akan tetapi tikus juga sebagai sumber penular dari beberapa penyakit, dan bukan hanya leptospirosis.  Tikus vector dari penyakit pes dari bakteri Yersinia pestis dapat menular melalui gigitan tikus; Salmonellosis dari bakteri salmonella melalui kontaminasi kotoran tikus yang terkontaminasi dengan makanan; Demam gigitan tikus dari bakteri Spirillum; Demam berdarah korea dari Hantavirus melalui kotoran, urine, cairan tubuh ataupun terkontaminasi langsung, dan lain sebagainya.

 

Bagaimanakah tikus bisa menularkan beberapa penyakit tersebut?

Tikus merupakan hewan pengerat yang mempunyai pandangan yang buruk,sedangkan tikus tergolong binatang malam yaitu tikus yang lebih aktif pada malam hari,tapi tikus mempunyai daya penciuman yang sangat bagus sehingga untuk membantu tikus untuk berkeliaran maka pada saat berjalan tikus mengeluarkan urin atau kencing,hal ini tikus bertujuan agar tikus bisa kembali ke sarangnya atau tidak sesat karena jalur tikus  tadi terbuat dari kencing tikus itu sendiri. sedangkan  jika kencing tikus itu bisa sampai nempel dilingkungan kita bahkan bisa mengkontaminasi air kita maka hal itu bisa menularkan penyakit ke dalam tubuh kita.

Pemberantasan tikus saat ini tidaklah mudah karena tikus memiliki sifat Neophilic yaitu tertarik dan menyelidik sesuatu yang baru, sumber makanan baru, sarang baru; bersifat neophobic yaitu sangat berhati-hati dengan segala sesuatu yang baru ditemukan serta memiliki sifat mudah jera. Untuk meminimalisir tikus dapat dilakukan dengan dua cara yakni dengan cara kimiawi dan non kimiawi.

Perlu diketahui bahwa perkembangbiakan tikus sangatlah cepat.  Anak tikus dapat menjadi dewasa dalam waktu 2,5 bulan. Tikus betina dapat beranak hanya dalam 21 hari masa kehamilan terus melahirkan 6-9 ekor setiap kali melahirkan. Sedangkan tikus biasa melakukan perkawianan sesaat setelah melahirkan dan pejantan mampu kawin bergantian dengan 20 tikus betina dalam waktu 6 jam.

 

Bagaimana pengendalian tikus yang efektif?

masyarakat kita saat ini masih menggunakan cara cara lama dalam hal pembasmian tikus,misalnya dengan menggunakan jebakan, atau menggunakan umpan beracun yang langsung membuat tikus mati sesaat setelah tikus makan umpan tersebut,hal itu tidaklah efektif mengingat tikus hidupnya berkoloni, apabila tikus ada yang terkena jebakan maka tikus yang lain tidaklah akan mau mendekat lagi, begitu juga dengan umpan yang  yang membuat tikus langsung mati, begitu ada tikus langsung mati karena makan umpan yang dipasang maka koloni yang lain tidak akan mau mendekat apalagi sampai mau makan,karena kedua hal tersebut sudah membuat tikus jera.

Adapun metode yang tepat yang biasa kami lakukan di tempat klien klien kami yaitu system Pengendalian tikus dengan cara kimiawi dan non kimiawi ,system pengendalian yang efektif  adalah yang tidak menimbulkan efek jera yakni dengan system  IPM (Integrated Pest Management) yakni system pengendalian hama terpadu berbasis ramah lingkungan. langkah yang dilakukan yakni menekan populasi tikus hingga minimum pada saat populasi tikus meningkat sesuai daur hidupnya. Sistem pengendalianya Menggunakan umpan beracun anticoagulant yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia. umpan tersebut setelah dimakan akan bereaksi dengan merusak  pembuluh darah tikus dalam waktu 3-4 hari dan kemudian tikus akan mati. Cara ini dilakukan untuk menghindari efek jera pada tikus,sehingga seluruh koloni di area tersebut bisa terkendali dengan baik.

Pengendalian tikus secara non kimiawi dengan sanitasi lingkungan seperti menyimpan bahan makanan ditempat yang tertutup, membuang sampah pada tempat sampah yang tertutup, serta membuat rat-roof di tempat-tempat yang diperkirakan tikus dapat masuk kerumah/bangunan.

 

Pengendalian tikus secara modern saat ini terkenal dengan menggunakan metode gelombang elektrik berupa gelombang Elektromagnetik dan gelombang ultrasonik. Dimana dengan menggunakan pengusir tikus yang menggunakan metode tersebut termasuk salah satu kategori yang efektif karena tidak membunuh tikus tetapi mengusir tikus sehingga tidak perlu repot mencari dan membuang bangkai si tikus tersebut.

 

Bagaimanakah untuk mengetahui keberadaan tikus dilingkingan kita?

Keberadaan tikus dapat diketahui melalui adanya Kotoran (Faeces), Jejak (Track), Kerusakan barang/makanan, adanya lubang-lubang disekitar rumah/bangunan, jalan tikus, Suara tikus, dan bau yang ditimbulkan oleh tikus baik dari tubuh tikus, urine, maupun kotoran tikus.

 

Tips :

Berikut 6 langkah gerakan pencegahan terhadap leptospirosis yang mematikan ini:

  1. Lakukan pemberantasan tikus dengan cara yang efektif dan ramah lingkungan
  2. Berbelanjalah tempat pembelanjaan yang mempunyai program pengendalian hama tikus.
  3. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya dan tertutup.
  4. Tutup luka dengan plester kedap air bila bekerja dan beraktifitas.
  5. Bersihkan diri segera setelah bekerja atau beraktifitas dengan membiasakan diri mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir.
  6. Periksakan segera ke puskesmas atau rumah sakit bila muncul gejala panas disertai nyeri otot betis, punggung serta mata kemerahan dan berair.